:::: MENU ::::

Tuesday, February 13, 2018


Didalam pekerjaan, pasti kalian tau banget dengan yang namanya sosok "bos galak".
Galak bisa dalam bentuk macam-macam. 
Karena si bos tidak sabaran lah, karena si bos perfeksionis lah, karena si bos sedang badmood lah.
Banyak karyawan yang akhirnya memutuskan pindah kantor atau takut-takut terhadap "bos galak" ini.
Nah daripada frustasi di kantor abis itu stress sendiri, nih baca postingan berikut ini supaya kamu ga mati kutu di depan si bos galak


1. Lakukan Pekerjaan Dengan Sempurna & Tepat Waktu
Segalak-galaknya boss, tentu dia ga akan marah tanpa sebab dong? Biasanya, alasan boss menjadi marah atau galak adalah karena pekerjaan yang dilakukan karyawannya telat atau tidak sempurna. Bila kamu ingin terhindar dari omelan si bos galak ini, lakukan pekerjaanmu dengan sempurna dan tepat waktu. Si bos galak ini juga bisa menjadi acuan kamu untuk meningkatkan kualitas kerja kamu loh. Jadilah perfeksionis soal pekerjaan. Bila si bos minta B, kamu kasih A, kalau si bos minta A, kamu kasih A+. Bila kamu terus menerus mempertahankan kualitas diri terhadap pekerjaan, yakin deh si bos gabakal sering-sering marah ke kamu lagi.

2. Jadilah Pribadi Yang Periang
Masalah expresi muka juga bisa jadi bikin si bos bete. Apalagi, kalo si bos kamu orangnya sensian. Ketika kamu muncul dengan wajah lesu, wajah badmood sepanjang hari dan menampilkan expresi "tidak suka" kamu, maka mood si bos akan berpengaruh juga. Jadilah pribadi yang periang di tempat kerja. Pada saat berpapasan dengan teman kerja atau si bos galak misalnya, ucapkan "selamat pagi" dengan senyuman. Jangan pilih-pilih juga, ucapkan "selamat pagi" dengan senyuman terhadap semua orang kantor, termasuk satpam dan office boy/office girl. Kamu akan dikenal dengan pribadi yang humble dan down to earth serta senyuman kamu akan membuat mood kamu dan mood orang lain menjadi bagus. Menjadi periang dan senang mengucapkan selamat pagi/selamat siang/selamat makan pada orang lain akan membuat orang lain merasa di hargai. Dengan kamu menghargai orang lain, kamu juga akan di hargai orang.

3. Jadilah Pribadi Yang Profesional
Menjadi profesional maksudnya adalah ketika kamu "bersedia" menjadi seseorang yang bertanggung jawab terhadap bidang yang dipercayakan kepada kamu, jangan hanya bermodal "beres boss" kemudian pekerjaan kamu setengah-setengah. Jadilah orang yang memegang teguh kata-kata kamu. Bila kamu menyebutkan "beres boss", otomatis pekerjaan yang kamu lakukan haruslah sempurna dan 'beres'. Jangan sok pasang akting profesional tapi apa yang kamu lakukan tidak sempurna. Jadilah profesional.

4. Jangan Takut Untuk Ungkapkan Apa Yang Ada Di Pikiran Kamu
Bekerja dengan si bos galak, bukan berarti kreativitas atau opini kamu mati. Kamu tetap punya kebebasan dalam mengatakan opini kamu kok. Namun gimana caranya mengatakan ke boss yang galak? Mungkin kamu bisa mengatakannya dengan "pak, saya punya saran, bagaimana kalau...... menurut bapak gimana?" atau "saya sebenarnya punya solusi pak, solusi saya...... nah gimana menurut bapak?" dengan cara seperti itu, kamu bisa mengungkapkan opini kamu tanpa dianggap sok tahu atau menggurui. Jadilah orang yang bisa berkomunikasi dengan baik.

5. Jadilah Cerdas & Bisa Diandalkan
Sebenarnya, ini adalah kunci utama kamu dalam menghadapi si bos galak.
Kamu harus menjadi cerdas.
Cerdas, bukan berarti dalam hal akademik saja. Kamu harus bisa membaca situasi, membaca keuntungan, membaca peluang dan memanfaatkan peluang tersebut semaksimal mungkin. Dengan menjadi orang yang membawa keuntungan pada tempat kerja, boss akan lebih melirik kinerja kamu dan kamu akan di cap sebagai orang yang bisa diandalkan.

6. HINDARI BERGOSSIP
Nah ini nih yang biasanya bikin hubungan kamu dengan orang-orang di tempat kerja jadi ga beres. Kamu bebas menjadi orang yang seperti apa di kantor, mau jadi orang pendiam, orang judes, orang ramah, orang ceria namun yang namanya bergossip (apalagi soal atasan kamu) adalah hal yang harus kamu hindari. Jangan pernah terpancing gossip yang gajelas benar atau tidaknya. Pokoknya jangan gampang-gampang ikut gossip di tempat kerja, karena hal itu bisa merusak hubungan baik kamu dengan sesama karyawan, atasan atau bawahan menjadi buruk.

2 comments:

A call-to-action text Contact us