:::: MENU ::::

Monday, November 29, 2021

Dari tahun ke tahun, kita semakin erat dengan yang namanya perkembangan teknologi. Zaman dahulu, teknologi hanya digunakan untuk urusan pekerjaan seperti membuat laporan, membuat perhitungan otomatis ataupun mengirim email. Namun, berkat perkembangan teknologi yang semakin maju, munculah istilah baru, yaitu "digitalisasi". Apasih digitalisasi itu?



Secara mudahnya, digitalisasi diartikan sebagai perubahan segala sesuatu dari analog ke digital. Mulai dari jam analog ke digital, timbangan analog ke digital, metode pembayaran manual ke digital sampai perubahan sistem kerja yang menjadi "digital".  Nyatanya, digitalisasi tidak hanya merambah benda mati saja loh. Digitalisasi juga merambah hal-hal non bendawi seperti asuransi. 

Mungkin banyak diantara kalian yang masih asing dengan istilah Digitalisasi Asuransi.
Nah kali ini yuk kita kulik lebih jauh soal Digitalisasi Asuransi!

Apa Manfaat Asuransi?
Asuransi memiliki banyak jenis mulai dari asuransi jiwa, asuransi motor, asuransi mobil hingga asuransi bisnis. Dari sekian banyak asuransi ini, pasti yang terbayang dipikiran kalian ketika ingin membeli premi adalah datang ke perusahaan asuransi tersebut dan melakukan registrasi serta kelengkapan lainnya melalui customer service. Namun, dengan asuransi digital, kamu tidak perlu repot-repot lagi datang ke lokasi untuk membeli layanan asuransi.

Sesuai dengan namanya, digitalisasi menawarkan kemudahan akses secara digital. Kamu lebih hemat waktu, lebih hemat tenaga, transaksi lebih jelas dan juga lebih cepat. Secara produk, asuransi digital memiliki manfaat yang sama dengan asuransi biasa, hanya saja prosesnya lebih mudah dan cepat.

Apakah Manfaat Asuransi Digital Dapat Dirasakan oleh Orang "Gaptek"?
Nah, lalu bagaimana jika ada orang yang "gagap teknologi"? Apakah mereka bisa merasakan manfaat dari asuransi digital?

Sejatinya, hidup kita sudah tidak mungkin lepas dari yang namanya teknologi. Perusahaan asuransipun terus berupaya membuat sebuah terobosan aplikasi yang mudah, yang bisa digunakan oleh semua kalangan. Untuk itu, peran user sangat penting untuk mendukung digitalisasi asuransi ini.

Sebagai user kamu bisa memberikan masukan terhadap suatu perusahaan asuransi untuk lebih memudahkan penggunaan aplikasi atau website secara digital. Sehingga, kemudahan dari digitalisasi asuransi dapat dirasakan oleh berbagai kalangan.

Apa Saja Contoh Asuransi Digital?
Kamu mungkin penasaran seperti apa bentuk dari asuransi digital. Nah, jika kamu saat ini sedang tertarik membeli sebuah produk layanan asuransi, coba perhatikan dengan seksama. Apakah perusahaan tersebut memberikan layanan seperti mobile apps atau kemudahan transaksi lewat website? 

Jika iya, maka itu adalah salah satu contoh dari asuransi digital. Segala hal bisa kamu dapatkan dengan satu aplikasi mulai dari melihat paket, mendaftar, membayar premi hingga mengajukan klaim. 

Nah jika saat ini kamu sedang mencari perusahaan asuransi yang sudah menerapkan layanan asuransi digital, kamu bisa mengunjungi www.tugu.com

Kenapa Sih Harus Tugu Insurance?
Tugu Insurance berikan kamu kemudahan asuransi secara digital melalui berbagai layanan. Kamu bisa download mobile app Tdrive Apps di playstore ataupun appstore, juga bisa melalui Call TIA di 1500 458!

Soal keamanan? Tidak perlu takut!
Tugu Insurance menjamin semua keamanan data yang kamu submit saat pendaftaran ataupun pembelian premi karena Tugu Insurance telah terdaftar dan diawasi diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 

Selain itu, produknya asuransinya pun bervariasi mulai dari perlindungan jiwa, asuransi mobil, asuransi motor hingga asuransi business to business. Harga preminya pun terjangkau mulai Rp 3.000 saja loh!*

Hidup jadi lebih nyaman bersama Tugu Insurance!
Yuk kunjungi websitenya, nikmati mudahnya dapatkan layanan asuransi dengan sekali klik!

*syarat dan ketentuan berlaku

Monday, July 12, 2021

credit : Lisa Runnels from Pixabay


Buat yang saat ini ada di usia 23-29 tahun, pernah ga sih kalian ngerasain yang namanya kehilangan semangat masa muda?

Sejujurnya, saat ini gue lagi merasakan hal itu. Gue gatau ya, apakah ini cuma gue yang ngerasain, atau emang ini fase yang dialami oleh semua orang yang saat ini ada di usia tersebut. Akhir-akhir ini, ga sih, sebenernya udah cukup lama, sekitar 5 bulan ini, gue ngerasa yang namanya kehilangan masa muda.

Kayak udah bener-bener ga ada yang bikin gue semangat lagi, ga kayak dulu, ketika gue masih remaja, masih excited terhadap berbagai hal, suka nyoba hal baru, suka tantangan dan lain-lain. Sebenernya........sekarang pun gue masih suka tantangan, tapi limit capek gue semakin rendah. Gue kayak udah capek aja gitu sama yang namanya berjuang, capek ngadepin perubahan, capek ngadepin tantangan baru. Bahkan saat menulis ini pun, gue lagi cuti dari kerjaan karena gue ngerasa........capek.


Contoh simple nya, dulu gue suka banget nonton anime. Say it, hobi gue itu norak dan wibu abis. Tapi hal itulah yang bikin gue ngerasa semangat. Tapi udah 1 taunan ini, gue ga bisa menikmati anime. Gatau kenapa. Hal yang harusnya bikin gue ketawa, kini ga lagi bikin gue ketawa. Hal yang seharusnya bikin gue semangat, kini ga lagi bikin gue semangat. Gue bahkan pernah 1 hari nonton anime, disitu mata gue tertancap ke layar, tapi jujurly, gue ga inget apapun yang gue tonton.

Contoh lainnya, gue suka banget nulis cerita. Katakanlah novel, tapi udah 4 tahun lebih gue mengalami writer block, alias gue gabisa nemuin inspirasi, gabisa menemukan topic yang menarik dan ketika gue baca ulang tulisan gue (misalnya ada yang udah setengah jadi) gue merasa, gaya gue menulis semakin boring. Padahal, dulu, waktu masih remaja, gaya menulis gue tuh....ya menurut gue, oke. Tapi kali ini, gue kayak ga punya "jiwa" di tulisan gue.

Gue cuma bisa menulis kerjaan, dan alhamdulillahnya tulisan gue ga mati-mati amat disitu. Cuma, kadang tuh gue pengen mengalami kembali yang namanya semangat-semangat itu, kayak semangat gue melakukan sesuatu. Sesuatu yang ngasih gue "jiwa" penghidupan setiap hari.

Contoh lainnya adalah............suka ke orang. Entah udah berapa tahun, kayaknya gue udah gapernah lagi suka sama orang. Sekedar naksir aja ga. Ngeliat yang cakep juga sekarang biasa aja. Ngeliat yang baik juga hati gue biasa aja. Sometimes, gue ngerasa hati gue mati. Mati aja gitu, mati dalam kebosanan. Mati dalam jiwa yang tua.

Kalo curhat sama orang, jawaban mereka rata-rata sama.

Kalo ga "yaudah mau gimana?" atau ga "yaudah jalanin aja".

Ada juga sih beberapa orang yang ngasih gue semangat, tapi jujurly..............kalimat itu ga meresap ke gue. Kayak....orang bahkan udah gabisa mentransfer semangatnya lagi ke gue. Temen-temen pun semakin lama ya semakin gitu aja. Pada sibuk sama kerjaan, sibuk sama keluarga baru, nikah, punya anak. Sedangkan gue disini.........kayak ga bergairah ngapa-ngapain.

Dibilang pengen mati, ya............ga juga. Dibilang pengen idup, tapi kok ya setengah hati. Gue sampe pernah kepikiran, apa gue depresi? Apa gue frustasi? Tapi apa juga gitu yang menyebabkan gue depresi? Rasanya ga ada.

Hidup gue juga dibilang flat-flat banget engga. Banyak rintangan, banyak tantangan, banyak cobaan, banyak juga hal menyenangkannya. Tapi gue saat ini kayak capek menghadapi hidup yang banyak rintangan, banyak tantangan, banyak cobaan dan juga banyak menyenangkannya kek gini. Jiwa gue ilang entah kemana. Dan entah kenapa gue merasa kayak keilangan sesuatu.

Contoh kecil lagi nih, gue suka ngemil, dulu ngemil itu bawa kebahagiaan buat gue. Sekarang engga, bahkan  ketika di supermarket, ngeliat cemilan gue ngerasa kayak "ga ah gue gamau". Makan pun begitu, sering juga gue makan sehari cuma sekali. Alesannya? Karena ya ga napsu aja. Makan pun seadanya aja. 

Pernah ga sih kalian ngerasain gini?

Tuesday, December 1, 2020



Jika kamu adalah penggemar kpop atau setidaknya mengetahui segelintir tentang dunia kpop, kamu pasti mengetahui bagaimana efek jika idol atau juga artis Korea terkena suatu kasus dibanding jika artis-artis Indonesia terkena kasus. Jika artis Indonesia terkena kasus, biasanya karir artis tersebut tidak langsung hancur. Biasanya, artis tersebut hanya akan meredup selama beberapa saat kemudian kembali bisa berkarir kembali di layar kaca maupun layar perak. Sedangkan di Korea, jika seorang artis atau idol terkena kasus, maka karirnya akan sulit kembali seperti semula atau bahkan menghilang. Mengapa Demikian?

 

1.      Publik


Publik Korea dan publik Indonesia memiliki cara pandang yang berbeda terhadap idol atau artis. Jika di Indonesia, publik termasuk netizen yang cukup santai menghadapi kasus seorang artis. Publik Indonesia biasanya hanya akan mengulik suatu kasus yang membuatnya tertarik, namun apakah perilaku itu akan berubah menjadi “suka” atau “tidak suka” biasanya bergantung dari seberapa parah kasus yang sedang menimpa si artis. Jika sang artis dirasa publik Indonesia memiliki pengaruh yang buruk, publik Indonesia cenderung hanya melewatkan segala konten yang berkaitan dengan si artis sehingga si artis akan kehilangan pamor. Namun, jika dirasa kasus si artis bukanlah masalah yang terlalu fatal, sang artis biasanya hanya akan meredup namanya kemudian dapat melejit kembali sewaktu-waktu jika dirasa sudah diterima kembali oleh publik Indonesia. Namun, publik Korea memiliki penilaian yang lebih detail jika artis atau idol terkena sebuah kasus. Publik Korea umumnya menginginkan sesosok publik figure yang dapat menjadi contoh bagi masyarakat bagaimana caranya bersikap. Publik Korea mengiginkan image yang bersih, baik dan sempurna. Bukannya berarti publik Korea tidak mengetahui istilah “tidak ada manusia yang sempurna”, hanya saja sebagai seorang public figure, mencontohkan perilaku yang baik adalah bagian dari pekerjaan sang idol atau artis, sehingga, satu kesalahan saja sudah dapat menghancurkan kepercayaan publik Korea akan kreadibilitas artis tersebut.

 

2.      Brand


 

Hal ini juga berpengaruh dari aspek lain seperti brand dan sponsor. Bila di Indonesia, brand atau sponsor seringkali mencari public figure yang saat ini sedang digandrungi oleh masyarakat, baik karena prestasi ataupun karena kasus. Hal ini digunakan oleh brand Indonesia untuk mengambil perhatian yang saat ini tertuju pada artis tersebut. Jika sang artis memiliki kasus yang sangat menarik perhatian publik, maka apapun yang sang artis itu iklankan pasti akan di lihat juga oleh publik, sehingga tidak jarang artis yang sedang terkena kasus justru kebanjiran tawaran iklan. Namun, apakah semua brand Indonesia seperti itu? Tentu tidak, ada juga beberapa brand yang tidak menginginkan brand nya dipakai oleh artis yang bermasalah karena akan mencoreng nilai jual brand tersebut. Akan tetapi, tidak jarang juga brand yang rela membayar artis yang sedang terkena kasus untuk mencari perhatian pasar. Sedangkan di Korea, baik brand dan sponsor sama-sama menginginkan citra yang baik. Untuk itu, jika seorang artis atau idol memiliki sikap yang baik, track record prestasi yang baik apalagi jika ditunjang wajah yang menarik, maka artis tersebut akan kebanjiran banyak tawaran iklan. Namun ketika sang artis terkena kasus, maka brand tersebut bisa jadi langsung memutuskan kontrak. Hal ini dikarenakan jika publik Korea sudah tidak menyukai artis tersebut, maka bisa jadi publik Korea juga membenci apapun yang artis itu gunakan, sehingga untuk menghindari hal tersebut, brand Korea melakukan pemutusan kontrak.

 

3.      Budaya Masyarakat

Setiap masyarakat pasti memiliki budaya yang berbeda. Termasuk juga budaya bagaimana image “artis” di dalam pikiran. Misalnya saja, pernahkan kamu menyadari mengapa ada begitu banyak acar infotainment di Indonesia? Sedangkan jika dibandingkan dengan Korea, acara infotainment bisa dikatakan tidak ada. Indonesia memiliki kebudayaan untuk mengupas habis segala berita-berita seorang artis mulai dari karir, prestasi hingga kehidupan pribadi sang artis. Entah sejak kapan hal ini sudah menjadi bahan yang biasa di konsumsi publik selama bertahun-tahun. Karena budaya infotainment seperti ini juga, akhirnya publik Indonesia lama kelamaan menyadari bahwa apa yang ditunjukkan seorang artis di depan kamera akan berbeda dengan apa yang terjadi di belakang kamera. Karena hal ini pula akhirnya permintaan publik Indonesia akan image sempurna seorang artis pun menyusut. Publik Indonesia mengerti betul bahwa artis memiliki masalah, perasaan dan sifat yang sama dengan masyarakat pada umumnya. Hal inilah yang menjadi penyebab bagaimana seorang artis yang bermasalah dapat berkarir kembali karena sudah dimaafkan oleh publik. Positifnya adalah, jika sang artis mau berbenah diri dan benar-benar menjaga perilakunya maka karirnya dapat terselamatkan.

 

Namun jika di Korea, jarang orang Korea yang betul-betul penasaran dengan kehidupan pribadi sang artis. Mereka lebih senang artis tersebut tersenyum di depan kamera, apapun masalah yang mereka hadapi dan berperilaku positif, apapun tekanan yang sedang mereka hadapi. Disatu sisi, sikap ini memang cocok sebagai batasan antara artis dengan publik luar, namun disisi lain seringkali standart ini menjadi tekanan terhadap si artis bagaimana dia harus tersenyum setiap hari terlepas dari apapun masalah yang dia hadapi.

 

4.      Agensi

Agensi artis Indonesia dan Korea juga sangat berbeda. Jika agensi Korea cenderung ketat dengan segala aturan yang wajib dijalani oleh sang artis, maka di Indonesia artis memiliki beberapa hak yang tidak di miliki oleh artis Korea. Contohnya saja penggunaan social media. Jika artis Indonesia rata-rata memiliki social media tersendiri dan bebas memposting apa saja, maka berbeda dengan di Korea. Bisa-bisa akun instagram yang mereka miliki tidak di posting oleh sang artis melainkan managementnya. Contoh lainnya adalah artis Indonesia bebas berkreasi seperti boleh membuka channel youtube sendiri, banting setir menjadi influencer instagram atau boleh memiliki usaha bisnis sendiri. Sedangkan di Korea, membuka channel youtube ataupun bisnis sendiri harus bernegosiasi dengan agensi mereka terlebih dahulu, apakah mendapat ijin atau tidak, apakah mengganggu karir mereka atau tidak dan sebagainya.

 

5.      Usia Karir

Salah satu hal paling menonjol dari perbedaan karir artis Indonesia dan Korea adalah usia karir. Jika di Indonesia, artis-artis cenderung bisa aktif berkarir mulai dari usia tujuh belas tahun hingga empat puluh tahun. Sedangkan di Korea, usia muda adalah usia yang sangat di minati. Hal inilah yang membuat artis Korea banyak yang mati-matian untuk karir mereka, karena mereka tahu usia karir mereka memiliki batas. Katakanlah jika seorang idol Korea telah mencapai usia dua puluh tujuh keatas, akan sulit bagi mereka untuk bersaing jika sebelumnya tidak memiliki track record prestasi yang baik. Hal ini dikarenakan banyaknya pesaing mereka yang muncul dengan usia muda, talenta yang berbeda dan image yang masih “fresh”. Sedangkan di Indonesia, bisa dibilang justru seperti anggur, semakin tua usia karirnya maka semakin mudah ia mencari brand atau sponsor. Hal ini dikarenakan publik Indonesia sudah terlalu familiar dengan image artis tersebut, sehingga memudahkan brand atau sponsor untuk berpromosi. Sedangkan untuk artis Indonesia yang masih baru, ia harus berjuang dahulu agar namanya semakin dikenal publik dan familiar di mata publik.

Monday, November 30, 2020

 


Banyak orang bilang, ketika memasuki dunia kerja, kamu tidak akan menemukan teman sebagaimana kamu temukan semasa sekolah atau kuliah dulu. Apakah itu benar? Yap, benar sekali! Meski tidak menutup kemungkinan kamu tetap bisa mendapatkan teman kerja di lingkungan kantor, akan tetapi ada beberapa hal yang harus kamu ketahui ketika memasuki dunia kerja nih, khususnya bagi kamu yang berstatus Fresh Graduate dan ingin memasuki dunia kerja. Yuk cari tahu disini!

 

1.      Tempat Dengan Tujuan

 

Ketika kamu bekerja, kamu sudah ada di tempat dengan tujuan yang spesifik. Bila dulu saat sekolah, semua sekolah memiliki tujuan yang sama yaitu meluluskan semua murid dengan nilai yang baik. Ketika kamu berada di kampus, kampus memiliki tujuan yang sama yaitu berhasil menjadi lembaga pendidikan yang mengeluarkan lulusan terbaik. Lalu ketika di tempat kerja? Apa tujuannya? Nah, ketika berada di tempat kerja, tujuan tempat kerjamu tentu akan berbeda dengan tempat kerja di tempat lain. Misalnya saja, kamu berhasil diterima kerja di perusahaan start up dan dibandingkan bila kamu berhasil diterima kerja di perusahaan besar yang sudah memiliki nama. Kedua perusahaan ini akan memiliki tujuan yang berbeda. Perusahaan startup mungkin saja memiliki tujuan untuk meningkatkan brand awareness kepada customer sekaligus menekan penjualan. Sedangkan untuk perusahaan besar mungkin saja memiliki tujuan untuk menjadikan brand nya masuk Top 10 Brand tahun ini atau ingin melebarkan sayap perusahaannya dengan bekerja sama dengan perusahaan lain.

 

Apapun tujuan tujuan tempat kamu bekerja, kamu akan bertemu dengan orang-orang baru dengan latar belakang yang berbeda-beda. Pada saat duduk di bangku kuliah mungkin kamu bangga menjadi mahasiswa Informatika, akan tetapi ketika bekerja, kamu juga harus tahu apa yang dilakukan orang-orang yang berkeja sama satu tim denganmu. Kamu harus tahu apa tujuan perusahaan kamu dan bekerja sama dengan orang-orang tersebut untuk meraih tujuan perusahaan tersebut. Ingat ya, bukan tujuanmu sendiri, melainkan tujuan perusahaan. Singkirkan dulu idealisme mu dan coba bekerja sama dengan baik dengan rekan-rekan kantormu. Mereka mungkin saja bukan teman-temanmu hangout, tapi memiliki tim yang hebat dalam bekerjasama juga tidak kalah menyenangkannya kok. Jadi, pahami betul apa tujuan perusahaan tempatmu bekerja ya!

 

2.      Ingat Goal Kamu


Ingat segudang keinginan kamu ketika belum bekerja? Ingin membeli gadget baru, ingin menaikkan haji orang tua, ingin membeli rumah, ingin mencicil motor ataupun mobil atau ingin sekalian mengumpulkan modal untuk bisnismu sendiri? Ketika bekerja, jangan semua dibawa perasaan ya, selain akan merepotkanmu sendiri, perasaan juga bisa jadi kabut penghalang kamu untuk mewujudkan keinginanmu. Mungkin teman-teman kantormu tidak terlalu cocok denganmu, akan tetapi, ingat kamu masih memiliki segudang list keinginan yang belum terwujud. Cobalah bertahan sejenak demi terwujudnya keinginanmu. Kamu pasti bisa!

 

3.      Faktor-Faktor Kecil


Ketika masa sekolah atau kuliah, seseorang seringkali mengajakmu berteman karena kamu orang yang supel, asik, mudah bergaul ataupun gaul. Tapi ketika bekerja, hal itu saja tidak cukup loh. Rekan-rekan kerjamu akan menghargai kamu jika kamu bisa melakukan pekerjaan dengan baik ketimbang seberapa serunya kamu diajak bergaul. Bisa saja kamu orang yang kikuk, pemalu, tidak mudah bercanda ataupun tidak begitu gaul, akan tetapi kamu teliti dan dapat mengerjakan pekerjaan dengan cepat dan tepat. Karena faktor kecil inilah yang akhirnya membuat rekan-rekanmu di kantor jadi menyukaimu dan ingin berteman denganmu lebih jauh. Jadi, jika kamu sudah memiliki bawaan sifat yang seru, jangan lupa mengupgrade kualitas kerjamu juga ya! Dijamin deh rekan-rekan kantor akan langsung asyik bergaul denganmu.

 

4.      Sesuai Porsinya


Sudah bekerja sekian bulan, tapi rasanya kok teman-teman kantor memang tidak bisa cocok denganmu ya? Bercanda tidak nyambung, diajak seru-seruan tidak bisa sedangkan jika terus-terusan bekerja lama kelamaan akan menjadi jenuh. Jika memang kamu mengalami situasi seperti ini, maka lakukan sesuai porsi nya saja. Ketika di kantor, berbicaralah dengan mereka hanya masalah pekerjaan. Lakukan semua sesuai dengan porsinya dan jangan berlebihan. Tidak perlu memaksakan membicarakan hobimu jika memang dirasa tidak bisa “nyambung”. Tidak perlu memaksakan seleramu terhadap selera pembicaraan mereka. Tetap jaga hubungan baik dengan rekan-rekan kerjamu di kantor.

 

5.      Cari Dimana Saja


Jika kamu masih merasa tidak seru dengan rekan-rekan di kantor, jangan khawatir, kamu masih dapat menemukan teman dimana saja. Kamu bisa aktif berkenalan dengan orang-orang baru yang memiliki tujuan yang sama sepertimu dengan mencarinya di social media seperti LinkedIn ataupun instagram. Eits, berkenalan dengan teman online tidaklah seburuk itu kok. Kamu harus berani mencoba berkenalan dengan orang-orang baru agar cakrawala dunia mu tetap luas. Atau, jika senggang, kamu bisa mencoba datang ke festival-festival tertentu yang dapat menambah pengalamanmu. Misalnya saja, pergi ke festival Jepang, ke pameran mobil, ke pameran bazaar buku ataupun gathering seminar. Intinya, jangan menutup dirimu dari orang-orang di luar kantormu ya!

Sunday, October 4, 2020

 Wow udah lama banget kayaknya saya ga nulis di blog ini. 

Yap, ini adalah postingan pertama (dan mungkin juga terakhir) di tahun 2020 ini.


Tahun ini memiliki banyak banget kejadian dan tahun ini bisa diakui sebagai tahun yang sangat melelahkan untuk saya pribadi. Di tahun ini, saya resmi melepas status fresh graduate saya setelah wisuda dan tahun ini adalah tahun pertama kali saya kerja. Tahun dimana saya sudah mulai membiayai hidup saya sendiri, hidup keluarga saya, membayar tagihan dan sebagainya. Tahun ini adalah tahun dimana saya resmi menggantikan posisi ibu saya sebagai tulang punggung keluarga.


Engga, engga, postingan ini ga berisi postingan sedih kok. Meski yah, memang, tahun ini memang tahun yang berat dan penuh dengan emosi. Eits, tapi bukan emosi marah ya, melainkan emosi dengan berbagai rasa heheheh. Mulai dari senang, bahagia, emosi, takut, cemas hingga ketenangan batin. Tahun 2020 ini juga saya merasakan yang namanya "resesi" atau krisis keuangan semasa bekerja. Dulu, waktu tahun 1998, saya masih berusia dua tahun dan ayah ibu saya yang merasakan resesi keuangan. Eh sekarang giliran saya ngerasain resesi hehehe


Blog ini adalah saksi bisu pertumbuhan saya sejak saya usia 17 tahun hingga sekarang 24 tahun. Kalau saya baca-baca ulang, seru juga membaca tulisan-tulisan sendiri. Sekarang saya telah jadi copywriter di salah satu perusahaan percetakan di Indonesia. Mulai dari belum paham apa itu SEO sampai sekarang yang sudah mulai paham lah meski belum ahli-ahli banget heheheh. Tapi, herannya saya masih aja gamau ubah blog ini jadi blog yang SEO oriented. Kenapa? Hmm.....mungkin ini satu-satunya wadah saya untuk bebas menulis apapun pikiran saya ya wkwk.


Sebenarnya, saya cukup frustasi di tahun 2020 ini. Rencana-rencana saya di tahun ini terpaksa harus ditunda mungkin sampai tahun 2021. Padahal, saya sudah merencanakan rencana-rencana saya itu sejak masih masa kuliah di tahun 2018. Tapi yah apa mau dikata, semua orang juga susah, semua orang juga berjibaku di keadaan seperti ini. Saya mau curhat sedikit, sedikit banyaknya saya kangen menulis di blog ini. Kalau ga ada pandemi ini, mungkin sampai sekarang blog ini belum juga tersentuh oleh saya.


Pandemi membuat saya melakukan hal-hal yang biasanya tidak saya lakukan jadi saya lakukan. Rajin cek blog, rajin menulis, rajin cek-cek part time dan sebagainya. Meski berat, memang sih, krisis ini pasti akan kita lewati juga. Jika kamu saat ini sedang stress sama keadaan ini, sama, saya juga kok. Tapi daripada stress, lebih baik coba pikirkan sisi positif dari hadirnya pandemi ini. Biar suasana hati jadi lebih baik :)

Thursday, November 21, 2019


Seringkali ketika kita merintis sebuah blog ataupun channel youtube, kita membutuhkan yang namanya pengetahuan dasar tentang SEO.
Nah, namun masih banyak belum tahu nih, SEO itu apasih?
Trus kira-kira ngaruhnya apa ke blog atau channel youtube kita?

Buat kamu yang kepo apa itu SEO, langsung aja klik readmore buat cari tahu lebih lanjut!

Wednesday, November 20, 2019

Halo sobat twitter
Akhir-akhir ini, twitter kembali "hits" di deretan social media yang digunakan oleh banyak orang selain facebook, instagram dan snapchat.
Kembalinya twitter ini membawa kembali user-user lama, atau pengguna-pengguna lama yang sebelumnya sudah berkecimpung di Twitter sejak 2010 atau lebih, mengingat Twitter sendiri sebenarnya sudah berdiri sejak tahun 2006.

Saya sendiri merupakan pengguna lama twitter. Saya membuat akun sekitar tahun 2010 atau 2011 ketika masih SMP dan sempat vakum, alias tidak main twitter selama dua tahun namun kembali aktif lagi pada saat SMA. 

Pada era sekarang, pengguna-pengguna baru pun bermunculan.
Banyak yang merupakan "sobat hijrah" dari instagram ataupun facebook. Nah, sobat hijrah ini biasanya kurang terbiasa dengan cara bermain di Twitter dan kebanyakkan menemukan masalah-masalah seperti tidak bisa follow orang, email yang sudah terpakai tidak bisa digunakan, lupa password sekalian lupa nomer hp dan sebagainya.

Salah satu masalah yang paling sering terjadi adalah :
Mention Twitter Tidak Masuk Mention Tab


Selamat Pagi
Pada postingan kali ini, saya akan membahas pengalaman serta ulasan apakah boleh perusahaan menahan ijazah karyawan.
Perlu di ingat, seluruh postingan pas blog ini biasanya terkait dengan pengalaman dari penulis sendiri jadi ya........semoga dapat diambil pelajarannya ya.


Langsung aja ke pembahasan, cekidot!

Saturday, October 12, 2019


Selamat siang semua hehe seperti yang kalian semua tau, beberapa hari lalu kita dikejutkan dan juga dibahagiakan oleh berita menggemparkan dari boyband kesayangan kita semua, Arashi.
Yap, Arashi akhirnya bikin channel youtube dan juga lagu-lagunya bisa diakses lewat spotify.

Akhirnya, setelah sekian abad bersusah payah untuk bisa liat MV (music video) mereka secara HD dan juga mendengarkan lagu-lagu mereka, kini kita bisa dengan leluasa mengakses itu semua lewat channel youtube mereka dan juga akun spotify mereka.

Sebagai Arashian (sebutan buat fans-fans nya Arashi), saya kaget setengah mati begitu tahu mereka buka channel youtube. Rasanya seperti mimpi jadi kenyataan. Pasalnya gimana engga, boyband ini punya lagu yang bagus tapi mereka seolah-olah tertutup dari hingar bingar dunia youtube dan juga spotify.

Buat yang kepo kenapa mereka ga rilis lagunya di spotify dulu, mungkin postingan Mengapa Artis Jepang Jarang Upload Music Video ke Youtube ini bisa membantu.

Sedikit curhat, saya kenal Arashi ini sejak SMP. 
Waktu itu karena saya jadi wibu (sampe sekarang juga masih wibu sih), saya langganan majalah yang khusus membahas konten-konten Jepang mulai dari anime nya, tokusatsu nya, idol nya hingga bahasa dan budayanya. Pasti diantara kalian ada yang pernah tau nama majalah ini nih.

Yak, betul sekali, majalah tersebut bernama majalah Animonster atau Animonstar ya.

Berkat majalah mahal tersebut itulah saya kenal dengan Arashi.
Hehe, saya katakan mahal karena memang dulu majalah itu mahal banget. Nyaris 50 ribu untuk satu majalah, walaupun isi kontennya ya sebanding dengan harga nya.

Oiya buat kalian-kalian yang nyari lagu Arashi di spotify tapi ga nemu, itu kalian harus pake VPN Jepang dulu buat akses lagu-lagu mereka. Hehe, iya Arashi uploadnya ga di global :(

Tapi yaudahlah ya setidaknya sekarang kita bisa liat muka Kazunari Ninomiya HD lewat youtube hakhakhak

Oya bagi kalian yang pengen saya bikin postingan lebih banyak soal Arashi, entah itu member-membernya atau film-film dan lagu-lagu mereka, bisa komen di bawah ya 


Pernahkah kalian merasa ingin menjadi mahasiswa aktif tapi disatu sisi tidak suka dengan kegiatan-kegiatan yang ditawarkan oleh kampus?
Saya yakin, diantara para kalian, pasti ada yang pernah merasa demikian.

Nah, sebagai mahasiswa, ada baiknya kamu tidak menjadi mahasiswa kupu-kupu alias mahasiswa yang kerja nya cuma kuliah-pulang, kuliah-pulang. 

Tapi, bagaimana apabila di dalam hati kecil kita tidak ingin menjadi mahasiswa kupu-kupu, tapi di dalam kampus tidak ada kegiatan yang menarik buat kita?

Berikut adalah 5 Cara Tetap Menjadi Mahasiswa Produktif Meski Pulang

Sunday, July 14, 2019


Halo halo selamat pagi
Kali ini, saya tiba-tiba kejatohan wangsit untuk memposting sesuatu tentang peliharaan saya.
Jadi, dalam 22 tahun kehidupan saya, saya itu udah banyak banget melihara binatang.
Mulai dari ikan, ayam, hamster, kelinci sampe kelinci.

Selamat Pagi
Selamat Hari Minggu
Pada hari minggu yang cerah namun cukup dingin ini (di tempat saya 15 derajat pagi ini), saya akan curhat sedikit tentang apa yang saya lakukan dalam satu semester ini.

Thursday, June 13, 2019


Halo Para Pembaca
Selamat Pagi
Selamat Hari Kamis

Pernah ga kalian suka banget sama sesuatu, trus sangking suka nya sama sesuatu, kalian berakhir jadi masuk fandom?

Fandom adalah singkatan dari Fans Kingdom.

Jadi, bisa dibilang, sebuah perkumpulan dari orang-orang yang menyukai suatu hal yang sama.

Nah dengan masuknya kamu ke dalam suatu fandom, pasti kamu akan menemukan teman-teman baru (yang punya kesukaan yang sama) dan menemukan informasi-informasi tentang hal yang kamu suka itu dengan lebih mudah dan cepat.

Perlu diingat, Fandom bukan hanya berlaku untuk fans Korea atau K-pop (saya katakan demikian, karena banyak banget nih yang begitu denger kata "fandom" langsung keingetnya kpop). Fandom itu bisa dimana saja dan untuk hal apa saja. Bisa fandom anime, fandom game, fandom fashion, fandom merk make up tertentu, fandom aktor aktris, fandom film daaaann banyak lagi hal yang bisa memiliki fandom.

Di dalam fandom, terkadang, terjadilah hal yang sangat mengganggu (dan juga ga penting) yaitu = Fanwar.

Apa tuh fanwar?

Sesuai namanya, fanwar yaa..............fanwar.

Perang antar fans.

Sebagai penulis yang menyukai banyak hal random (anime, jpop, kpop, game, film dsb), saya sendiri tidak masuk kedalam satu fandom saja. Tapi tapi tapi tapi......sungguh fanwar ini adalah hal paling gaguna yang pernah saya liat.

Mau tau kenapa?
Yuk cekidot!

Saturday, May 25, 2019


Selamat sore, selamat hari sabtu para pembaca
Sesuai judul, hari ini saya akan membahas tentang "Karakter Mahasiswa Broadcasting".

Buat kamu, yang pengen kuliah di broadcasting, agaknya beberapa hal ini harus diketahui oleh kalian, karena, selain berguna buat proses perkuliahan kalian (termasuk magang dan kegiatan non broadcasting lain) juga agar kalian tahu, bahwa jadi mahasiswa broadcasting itu, ada kriteria idealnya.

Mungkin, denger kata "kriteria ideal" membuat sebagian dari kamu berfikir :
Alah, siapa sih lu nulis postingan ginian, padahal lu masih mahasiswa juga

Iya bener, saya masih mahasiswa juga, tapi bukan berarti saya ga paham kondisi lapangan kan? wkwk

Oke, daripada kebanyakkan basa-basi, yuk kita lihat apa aja sih kriteria mahasiswa broadcasting yang ideal!

Tuesday, May 21, 2019



Selamat Pagi 
Pada hari selasa ini, saya akan membahas tentang cara menjadi mahasiswa broadcasting dan gimana caranya biar kalian ga merasa salah jurusan ketika masuk di jurusan broadcasting.

Kenapa saya katakan demikian, sebagai mahasiswa broadcasting semester 8 (hehe) saya udah sering banget liat temen-temen saya, baik itu junior, senior maupun temen angkatan saya sendiri yang "kaget" dengan resiko dan culture yang harus dijalani selama menjadi mahasiswa jurusan broadcasting.

Banyak yang belum paham betul, bahwa ketika kamu, menentukan jurusan yang akan kamu jalani untuk kuliah maupun pada saat SMA (dan SMK), itu artinya kamu siap bertanggung jawab atas pilihan kamu. Dan pilihan kamu tersebut itu akan berdampak pada kehidupan kamu.
Selamanya.

Saya ga bilang, bahwa salah jurusa itu bakalan punya masa depan suram,
Tapi, pindah jurusan bukan juga hal yang sederhana dan sepele.
Pindah jurusan, juga tidak menjamin apakah pilihan baru kamu tepat atau ga buat kamu.
Pindah jurusan, butuh banyak effort dan waktu untuk mempelajari hal-hal dasar yang kamu butuhkan.
Pindah jurusan, butuh kesabaran dan juga keberanian untuk perubahan.

Jadi, dibanding "keburu salah jurusan dan terpaksa pindah", lebih baik siapkan panah kamu sebaik-baiknya, lalu tembak untuk menentukan jurusan yang nantinya akan berguna buat hidup kamu.

Oke, langsung ke point nya :

Kalau mau jadi mahasiswa broadcasting, kira-kira hal apa yang harus di cek dari diri saya?

Belakangan ini, jurusan Broadcasting menjadi jurusan favorit bagi anak-anak muda di era millenial ini. Alasannya macam-macam, mulai dari tertarik bekerja sebagai salah satu tim sukses di televisi, suka dengan media sampai "pengen jadi beken" biar bisa masuk tv.

Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan alasan diatas, tapi masalah disini adalah :

Apakah saya cocok masuk jurusan broadcasting?

Berdasarkan fakta, banyak mahasiswa menghadapi masalah ketidaksesuaian antara minat dan jurusan yang diambil. Selain itu, banyak lulusan dengan gelar sarjana, tetapi tidak memiliki skill yang sesuai dengan kebutuhan pasar, sehingga terjadilah.............pengangguran.

Mengenal diri sendiri itu penting.
Kenapa? karena untuk menjadi mahasiswa broadcasting, ada sejumlah kriteria yang kamu butuhkan.

Apa sajakah itu?
Oke, untuk mengetahui hal ini, caranya gampang, kamu cukup tanya kepada diri kamu sendiri beberapa pertanyaan dibawah ini dan jawab dengan sejujur-jujurnya. Siap? Kuy mulai :

1. Apakah Senang Dengan Hal-Hal Kreatif?
Menurut Brillianto K. Jaya dalam buku nya yang berjudul Kuliah Jurusan Apa? Broadcasting, broadcasting hanya untuk orang-orang kreatif. Yap, itu bener banget. Pada jurusan broadcasting, bila kamu tidak memiliki ilmu dasar, atau tidak memiliki skill, paling tidak miliki lah kreativitas. Broadcasting adalah dunia yang bertujuan untuk menarik perhatian orang. Entertaining. Semua hal dari broadcasting bertujuan untuk menarik perhatian orang.
Iklan, acara televisi, talkshow, acara berita, koran, majalah, internet, siaran radio, semua dibuat untuk menarik perhatian orang.
Hal ini bisa dilihat dari bagaimana "packaging" suatu acara.
Kalian pernah menyadari ga, kenapa sih suatu acara biasanya identik dengan warna tertentu?
Trus pernah sadar ga, kenapa bentuk sebuah panggung selalu berubah-ubah dengan artistik tertentu?
Itu semua untuk menarik perhatian orang.
Menarik perhatian orang = berbeda/menonjol = kreatif.

Jadi, semisal kamu orang yang................suka diem-diem aja. Ga suka bermain warna, ga suka dengan tampilan visual, ga suka dengan acara-acara yang seru, sepertinya kamu harus memikirkan kembali jurusan ini. 

Di jurusan ini, kamu bukan hanya akan bersaing soal nilai, bukan hanya bersaing soal skill, bukan hanya bersaing soal kerajinan, melainkan juga kreativitas. Jadi, kalau kamu gampang ngeluh, gampang capek kalau diminta berfikir kreatif, hm..........gimana ya? coba dipikir dulu deh wkwk

2. Siap Bekerja Di Bawah Tekanan?
Sebagian orang bilang, kata "baper" itu terlalu kejam.
Sebagian orang bilang, "jadi orang tuh harus punya hati"
Hm, tapi dalam dunia broadcasting, kayaknya kamu harus siap-siap memperkuat mental.

Mental yang kayak gimana sih?
Mental kayak lagi di ospek? 
Ya ga lah, mental disini maksudnya adalah mental yang kuat semisal bekerja dengan deadline, dengan kemauan klien (yang kadang banyak maunya tapi gabisa jelasin sehingga kita harus bisa menebak apa yang dia mau), dengan boss atau producer (yang kadang galak), dengan kru lain (yang mungkin ga cocok dengan kita, tapi kita harus tetep kerja bareng).

Ini semua adalah bagian dari bekerja dibawah tekanan, so, ini sangat penting untuk kehidupan karir broadcasting kamu wkwk. Kadang, saya perlu akui, bahasa ketika bekerja di dunia broadcasting tuh kadang menyakitkan. Ga semua sih, tapi ADA. Kenapa saya  bilang begitu? karena saya pernah mengalami nya ketika magang di salah satu production house heheheheh

Tapi, sebagai orang yang bekerja di dunia broadcasting, kita gaboleh baper.
Apalagi kalau memang yang lagi dibahas memang urusan pekerjaan ya (bukan kalimat jahat tentang hal pribadi kamu misalnya, bukan bullying juga).
Kamu mungkin akan merasa "duh suasana nya jadi gaenak" atau "aduh gue bego banget" atau "gue malu banget anjir" ketika kesalahan kamu di ungkap oleh atasan atau teman kamu, tapi belajar profesional. Jangan baper, tapi belajar, apa yang salah, dimana yang salah, apa yang harus diperbaiki, perbaiki, lakukan dengan sebaik-baiknya. 

Jika kamu bersikap seperti itu terhadap "kalimat-kalimat kejam" dari tim atau atasan kamu, maka percayalah, hal kayak kalimat-kalimat kejam itu bakalan ga ada artinya lagi dengan kesuksesan kamu mengendalikan diri dan memperbaiki masalah.

3. Suka Menerima Tantangan atau Mengexplorasi Hal Baru?
Di setiap tugas yang diberikan oleh dosen-dosen jurusan broadcasting, kamu pasti akan di berikan tantangan baru. Mulai dari hal mudah seperti menulis essay, menulis makalah dan menulis jurnal. Lalu beralih ke tugas medium seperti bikin production book (yang tebelnya bisa sampe 100 halaman lebih), bikin iklan dan bikin short movie (durasi 5-10 menit). Hingga hal yang rada-rada susah yaitu bikin film (long movie), bikin short movie lagi (tapi durasinya 10-30 menit), bikin talkshow, bikin dokumenter daaaaaaaaaaaaan banyak lagi yang mungkin dosen kalian akan berikan.

Percayalah, bila kalian selama ini melihat kuliah itu cuma ngerjain tugas-tugas diatas kertas aja, maka di perkuliahan broadcasting, yang akan kalian hadapi bukan cuma kertas, tapi juga bikin film. Bikin film artinya adalah, kalian akan bekerja dengan laptop-laptop untuk editing (yang kadang bikin laptop kalian nge lag dan error), bekerja dengan kamera-kamera (yang jenis dan serinya berbeda-beda, jadi harus diatur lagi pencahayaan nya secara manual), bekerja dengan memori-memori card (yang bisa ngabisin bergiga-giga padahal cuma beberapa shot aja) daaaannnn juga hal baru lainnya seperti desain poster film, bikin anggaran film, kerja sama buat dapet sponsor (biar kalian ga keluar banyak biaya buat bikin film juga, karena yang namanya mahasiswa, budget always ngepas).

Jadi.......................semisal kalian agak "gampang pusing" dengan hal-hal baru.
Gasuka dengan tantangan baru, ga sabaran, gampang puas, sebaiknya kalian memikirkan kembali jurusan ini. Jangan sampai gitu kan, kalian nugas sambil emosi, gaenak juga soalnya.

4. Up To Date & Berwawasan Luas
Kalau kamu anti-social-social-club, kayaknya sifat ini harus dibuang jauh-jauh.
Saya harus bilang memang, social media tuh banyak banyak hal negatifnya (dan positifnya). Tapi dalam dunia broadcasting, kamu harus mau melihat yang negatif maupun yang positif agar up to date.

Hal ini juga berkaitan nih sama kreativitas tadi, semakin kamu berwawasan luas, maka kalian akan lebih mudah dapet inspirasi buat bikin kreasi baru 

5. Apakah Senang Bekerja Kelompok?
Buat kalian yang males kerja kelompok, kayaknya ini bakalan jadi tantangan yang berat buat kalian.
Sejujurnya, saya sendiri juga ga seneng-seneng amat kerja kelompok. Tapi, alasan saya ga suka kerja kelompok adalah kalau tim nya sendiri ga kompeten alias yang kerja cuma saya wkwkkw Tapi, di dunia broadcasting, baik perkuliahan maupun dunia kerja yang sesungguhnya, kamu bakalan terus-terusan ketemu sama yang namanya tim wkwkw

Kalian harus bikin iklan bareng, bikin film bareng, bikin project bareng, 
Jadi, bagi yang ga suka dengan kerja kelompok, mulai sekarang belajar caranya bekerja kelompok yang asik yang seru. Dannnnnnnnnnnnnn bertanggung jawab. Percaya deh, gabakal ada kelompok yang asik yang seru, kalau kalian sendiri ga bertanggung jawab dengan bagian pekerjaan kalian. Jadi jadi penuntut, jangan jadi orang yang "gamau kerja" di kelompok, karena hal itu akan membuat temen-temen kamu males sama kamu dan akhirnya ga ada yang suka sekelompok sama kamu, karena kamu............sampah kelompok.

Jangan nyusahin, jangan sok pinter juga, jangan pura-pura gatau pada saat kamu tau, jadilah rekan tim yang baik. Saling bantu, saling kerja sama.

6. Senang Berguru Pada Senior?
Bagi yang hobi punya masalah sama senior sewaktu sekolah.........hehe, mulai sekarang, biasain buat gapunya masalah sama senior, karena kalian bakalan butuh beberapa informasi dari senior. Jujur, saya juga dulu sempet yang namanya males banget minta bantuan senior. Entahlah, dulu rasanya males aja, tapi makin kesini, makin ngerasa bahwa ada benernya juga tips yang satu ini.

Ketika ngampus, dosen kadang akan menyuruh kamu meminta bantuan pada senior, sehingga kamu harus mau belajar dari senior. Kamu bisa minta contoh dari senior (misalnya minta contoh production book, contoh script naskah, contoh rundown acara). Bisa juga minta diajarin macem-macem (cara ngedit misalnya, cara make up karakter misalnya). Meski kadang seniornya suka ngeselin (hehe) tapi pasti ada ilmu yang bisa kalian serap. 

Catatan ya : ga semua senior itu pinter hehe. Sama seperti kalian dan temen-temen angkatan kalian, ada yang pinter, ada yang biasa aja, ada yang ...........ga pinter.

Sebenernya, ketika kamu mencoba mencari informasi kepada senior, gampang, pilihlah senior yang :
1. Pinter
2. Ga pelit ilmu

Karena kalo seniornya pinter tapi pelit (apalagi cuma doyan bully doang) mah males kan? hehe, jadi selective ya, jangan sampe niat kalian yang tadinya cuma pengen dapet ilmu baru, eh malah dapet pengalaman baru jadi babu senior wkwk

Buat yang pengen tau gimana sih cara memilih senior kampus yang baik buat diajak berteman, yuk baca aja disini

7. Punya Fisik Prima?
Saat menjadi mahasiswa broadcasting, kamu akan sering pulang malam.
Hal ini dikarenakan kamu akan sering rapat kelompok, sering shoting, sering kerja kelompok.
Dan hal ini akan terjadi bisa seminggu penuh.
Iya, seminggu penuh pulang malam.

Semalem apa sih?
Berdasarkan pengalaman saya ya, saya kalau lagi ada project gitu bisa pulang jam 00:00 atau 01:00 malem. Dan itu terjadi selama 4 semester (ga setiap hari sih, tapi ada kali tiap bulan sekitar 10-15 hari).

Ya, untuk hal yang satu ini, jangan lupa kasih tau orang tua kalian ya (kalau jurusan pilihan kalian ini nantinya akan sering pulang malam).
Karena, bagi yang ga nge kos, biasanya orang tua baru tau kalau anaknya bakalan pulang semalem itu pas kuliah, daripada keburu bikin was-was orang tua, coba sebelum kamu masuk jurusan ini, minta pendapat orang tua deh. Karena kalian juga gamau kan pulang malem tapi bikin was-was orang tua? wkwk

Oke, sering pulang malem, pastinya ketahanan fisik kalian bakalan di uji.
Sejujurnya, kalian ga perlu kok sampe ngopi bergelas-gelas cuma demi bisa melek juga.
Banyak temen saya, yang untuk menahan ngantuk kadang ngopi (dan merokok), tapi saya ga merekomendasikan ini.

Karena, meskipun kalian ngopi (dan mungkin merokok) untuk menghilangkan ngantuk, kalian ga membuat badan kalian kuat, justru kalian membuat badan kalian lemah. Kalian bisa jadi asma, kalian bakalan susah konsen ketika di kampus, kalian jadi gabisa berfikir kreatif, kulit kalian rusak dan kemungkinan besar untuk tipes wkwkwkwk

Jadi, kalau kalian memang harus begadang, oke begadang, tapi hindari dua hal tersebut (terutama rokok). Kalau kalian emang ngantuk banget, ya gunakan waktu-waktu senggang untuk tidur (bukan buat maen game). Temen-temen saya di broadcasting suka menyepelekan tidur, tapi percayalah, tumbuhan pun perlu tidur. Tidur itu bukan hal lemah bukan hal cupu, kalian butuh tidur.

Dan untuk makanan, mungkin ini terdengar "sok" banget ya, tapi saya ga bo'ong, makan sayur itu sangat membantu ketahanan fisik kalian. Makan sayur, makan buah, apapun yang sehat, justu bikin kalian sanggup melewati malam-malam begadang ini.

So, tetep jaga kesehatan. Jangan sembrono, karena harga kopi mungkin 5 ribu per sachet, harga rokok mungkin 12 ribu satu pak, tapi harga kalian sakit bisa 500 ribu lebih :)

SOOOOOOOOOOOOOOOOOOO
Itulah tadi pembahasan soal "Jadi Mahasiswa Broadcasting, Harus Gimana?" kali ini
Semoga yang mau masuk jurusan Broadcasting, jurusan kalian cocok, dan hidup kalian lebih berwarna wkwkwk

Halo para pembaca, selamat pagi
Saat ini, dunia broadcasting menjadi salah satu profesi favorit bagi para pencari kerja (job seeker). Namun, masih banyak yang belum tahu atau belum punya dasar apa sih broadcasting itu dan apa saja hal-hal yang harus dikuasai sebelum terjun ke dunia kerja yang erat hubungannya dengan broadcasting.
Kali ini saya akan membahas tentang Broadcasting dari awal.
Yuk klik readmore!

Monday, April 8, 2019

Sudah lama sekali, iya sudah lama sekali saya ga buka-buka blog ini lagi akibat kesibukan saya nyusun skripsi. 
Hhhh............ga terasa, sekarang saya sudah semester 8.
Saya sudah mulai menulis di blog ini sejak masih 17 tahun. Dibilang sering nulis, lumayan. 
Tapi seringnya saya suka sistem kebut pas ada mood doang hehe

Apa kabar para pembaca?
Melalui blog ini, saya merasa punya orang-orang yang membaca blog ini.
Padahal, gatau juga sih ada yang baca apa ga.

Sebagai mahasiswa yang sedang sibuk tugas akhir, kegiatan saya diisi dengan nyusun skripsi, bimbingan, revisian dan balas-balasan email dengan dosen pembimbing saya.

Banyak banget gabutnya.

Saya isi waktu luang saya bukan dengan hal produktif malah nonton anime saja hehe.

Oiya, akhir-akhir ini saya sedang nyoba nulis di wattpad.
Sejujurnya selama ini, saya hanya sekedar baca-baca aja di wattpad.

Pertama kali posting cerita disana, jumlah pembacanya ga banyak.
Cuma 3 hehehe.
Baru 2 bagian sih.

Di kota Jember sekarang hujan terus.
Semoga kalian semua tetep sehat selalu dan dalam mood yang baik setiap harinya ya

Selamat hari senin.

Tuesday, January 15, 2019


Sepanjang sejarah kehidupan percintaan kalian, pasti setidaknya kalian pernah yang namanya jatuh cinta sama temen sendiri.
Bila kalian belom pernah jatuh cinta sama temen kalian sendiri, percayalah kalian adalah orang yang beruntung hehe.

Wednesday, January 2, 2019


Selamat Pagi Semua
Kali ini, sesuai dengan judul, saya ingin menjelaskan tentang 
Cara Memilih "Senior Kampus" Yang Tepat Untuk Dijadikan Teman.

Kenapa saya memilih untuk membahas hal tersebut?
Buat kamu-kamu yang sebentar lagi akan masuk dunia perkuliahan dan ga ngerti dunia kampus itu gimana, saya akan ngasih penjelasan sedikit mengapa dan apa yang dimaksud dengan "senior yang baik" itu.

Yuk, klik readmore
A call-to-action text Contact us